Akhi,Ukhti Semoga Allah Menjaga Kita Dari fitnah Akhir Zaman

Assalamsumbar.com -Assalamu’alaikum, ketika sepenggalan matahari naik pada suatu pagi, terjadi suatu percakapan antara dua orang aktivis suatu lembaga dakwah dalam dunia maya.
A : assalamu’alaikum ukhti..kapan kita rapat lagi?
U :wa’alaikumussalam ooh,..ana sedang banyak tugas akhi..
Awalnya pembicaraan berlansung normal…beberapa menit kemudian..

A : ukhti..ada buku tentang bla bla..
U : ada akhi..kenapa?
A : ceritanya bagus ya..utk semgat dalam dakwah..
U : iya bagus sekali..!

Berlanjut…

A : ukhti semangat juga ya..dalam berdkwah.
U : iy akhi.. makasih telah menyemangati ana.

Esok dan esok lgi..

A : ukhti..sudah sholat..
U : bla bla bla
Dst…….

Bersambung..
Hari ini dengan begitu banyak sarana untuk berkomunikasi dan berinteraksi membuat kita terutama kader dakwah mesti lebih berhati-hati lagi. Bagaimana tidak,Ketika hari ini kita dengan mudah chat baik via bbm, wa, line, fb tanpa orang yang mengawasi, degan berbagai fitur ekspresi yg seakan menggoda kita untuk berekspresi,ktika emoticon bertebaran d grup bahkan chat pribadi.

Siapa jamin apa yang difikirkan orang ketika melihat emotcon tersebut.Ketika selfie menjadi trend.ikhwan dengan  gonta-ganti dp degan pose tebar pesona, akhwat yang katanya foto belakang, wajahnya tersamarkan tapi maksudnya tersmpaikan.Siapa yang menjamin apa yang ada di setiap pikiran orang-orang yang melihatnya.

Barangkali kita lupa,mari ingatkan diri dan saling mengingatkan”Menundukan pandangan ” dalam quran surah An- Nur : 30..begitu dalam maknanya.Pandangan apakah penglihatan mata saja? Bukankan pandangan adakah pancaran diri pemikiran.Jadi apa yang sebenarnya mesti kita jaga?

Semudah itukah menjaga seluruh pikiran kita,bukankah manusia sangat mudah di goda oleh syaitan.Lalu saat ini apakah dengan mudah lagi chat,berinteraksi,berkomunikasi tanpa ada ikhwal yg penting?
Tak salah jika Opa Freud (ada yg tahu).Ia adalah salah seorang tokoh psikologi yg sangat terkenal yang menyatakan bahwa salah satu hal yang mendasari manusia bertingkah laku adalah “libido” (read :nafsu) bisa di terjemahkan positif atau negatif.Bagi orang yang tidak paham islam mugkin itu akan dijadikan ide tangkas untuk keuntungan seperti perempuan didalam iklan, dan eklpoitasi orang-orang  yang berparas cantik dan tampan sebagai customer, teller,resepsionis.

Tapi bagi kita yang paham islam akan jadi jawaban pamungkas dan penguat hati kenapa Allah turunkan perintah dalam QS surah Al- Ahzab : 59, An-Nur 30..kenapa pandangan mesti begitu dijaga dan mengapa perempuan mesti dijaga rapi bak mutiara..

semoga Allah menjaga kita dan selamat dari berbagai fitnah akhir zaman

‪#‎MPP‬ Assalam Sumbar 56 menyapa…

(Husniwati)

Share

Tia Aklima

BERSYIAR ISLAM MELALUI MEDIA

Satu tanggapan untuk “Akhi,Ukhti Semoga Allah Menjaga Kita Dari fitnah Akhir Zaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *