Ada apa dengan wanita

muslimah
Wanita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang tidak pernah habis dibicarakan, mulai dari hal yang kecil hingga hal yang menjadi sorotan ditengah masyarakat dan diangkat menjadi isu yang penting untuk ditindak lanjuti. Di Era kontemporer ini, pemberitaan tentang wanita begitu menyedihkan bahkan membuat sebuah trauma bagi kaum wanita. Media cetak, media elektronik, bahkan media sosial begitu gencarnya memberitakan kejadian yang menimpa wanita, mulai dari kasus KDRT, pemerkosaan, pembunuhan, dan tindak kriminal lainnya.
Diantara kasus tersebut, ada beberapa kasus yang bisa diseroti dizaman dimana sebagian besar hak-hak wanita tidak lagi dilindungi, diantaranya lirik lagu yang sempat ngetrend beberapa tahun terakhir menyatakan kalimat yang memiliki konotasi negatif terhadap wanita yaitu “wanita racun dunia”. Jika anak-anak mendengarkan lirik ini bisa saja dia beranggapan bahwa wanita yang dimaksud adalah ibunya. Maka paradigma yang mucul dibenaknya adalah ibunya adalah racun dunia. Hal ini akan melahirkan sebuah tindakan untuk tidak menghargai ibunya, beranggapan ibunya bukan yang pantas didengarkan, sehingga peran ibu sebagai madrasatul ‘ula bagi anaknya tidak akan berjalan dengan baik. Kasus tersebut sedikit dari beberapa kasus yang terjadi dikalangan wanita, belum lagi kasus pelecehan seksual yang korbannya tidak satu atau dua orang wanita saja.
Menelusuri jejak-jejak Islam bebarapa abad yang lalu yang mana seorang pemuda bertanya kepada Rasulullah “ya Rasul siapakah yang harus saya hormati terlebih dahulu? Rasul menjawab ibumu, kemudian siapa ya Rasul? ibumu, kemudian siapa lagi ya Rasul? ibumu, kemudian siapa lagi ya Rasul ? ayahmu”. Dari sepenggal kisah yang terdapat dalam hadits shahih tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa wanita itu memiliki hak untuk dimuliakan bukan menciptakan sebuah paradigma yang baru yang menindas wanita. Jika ditelusuri lebih jauh peran wanita dalam setiap sendi kehidupan memiki peran yang cukup sentral. Dimana dibalik kesuksesan seorang anak ada peran ibu yang dibelakangnya. Dia hanya cukup bekerja dilakang layar dan tersenyum dengan penuh keharuan dan kebanggan menatap orang-orang yang dicintainya berhasil.
Allah telah memuliakan wanita tapi kenapa kita merendahkannya ?. Dalam Al-qur’an Allah telah membuat surat khusus wanita yaitu surat an-nisa, begitulah Allah memuliakan wanita. Rasulullahpun telah mengangkat derajat wanita tetapi kenapa kita menjatuhkannya ?, Rasullah telah mengangkat derajat wanita yang dulunya hanya menjadi pemuas nafsu bahkan memiliki seorang anak perempuan merupakan sebuah kehinaan dan malapetaka. Ketika Rasulullah hadir ditengah masyarakat jahiliyyah dia berjuang mengembalikan hak-hak wanita. Bukankah begitu sebenarnya kita memuliakan wanita ?. Ada apa dengan wanita tempo ini ? secara tidak langsung pertanyaan itu telah terjawab sendiri dengan fenomena hari ini. Selamat malam, semoga ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita dalam memuliakan wanita. Dan tetap semangat menjalankan ibadah puasa dan memaksimalkan waktu dan ibadah disepuluh malam terakhir.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *