Andai Ini Ramadhan Terakhirku

Berkaca diri pada rintik hujan yang membasahi bumi cinta-Nya. Tak terasa, ia telah datang menghampiri hari-hari kita. Ramadhan, hadirnya sungguh menggugah jiwa. Bagaimana tidak, kehadirannya begitu mempesona.  Di saat Ramadhan, Ia Yang Maha Kuasa telah menawarkan begitu banyak kasih sayangnya yang bisa kita raih semampu yang kita bisa. Atas segala cinta-Nya, pintu-pintu maaf terbuka seluasnya. Pahala akan Ia alirkan pada orang-orang yang bisa menjalankan segala bentuk perintah atas dasar kecintaan pada-Nya. Surga pun Ia janjikan untuk hamba-Nya yang mampu menakhlukkannya.

Lantas, bagaimana denganku ?
Apa yang telah aku lakukan saat ia datang menemani hari-hariku ?
Saat amalanku masih seperti biasa. Hanya memenuhi kewajiban pada-Nya, tanpa berharap lebih baik dari biasanya.
Saat ia datang, aku justru sibuk dengan segala urusan duniaku. Saat Ia datang, bukannya menambah kedekatanku pada-Nya, aku justru lebih sibuk mengatur pertemuanku dengan makhluk-Nya.
Saat ia datang, aku justru lalai dan larut dalam segala bentuk keluhan dan kelelahan, lalu perlahan mulai menyalahkannya.

Tak sadarkah aku, bahwa ia begitu istimewa ?
Sang Khaliq begitu  menyanjung dan memuliakan kedatangannya.
Lalu, kenapa aku masih bersikap biasa saja ?
Tak tersentuhkah Qalbu untuk segera menyadari keistimewaannya hingga ia tak berlalu begitu saja ?

Andai Ia memutuskan, ini adalah saat terakhirku bisa bertemu dengannya. Ini adalah saat terakhirku untuk bisa meraih pahala diwaktu yang paling mulia. Masih sanggupkah aku berkata ?
Masih sanggupkah aku melewatinya begitu saja ?
Masih sanggupkah aku menjadikan amalan untuk lebih dekat dengan-Nya menjadi yang kedua ?

Andai ini Ramadhan terakhirku, sudikah kiranya Ia menerima kesalahan yang telah aku lakukan pada saat sebelumnya ? Saat aku  membiarkan Ramadhan berlalu begitu saja.

[ Oleh Faizah ]

Share

Rian Rendi

Rian Rendi adalah seorang Mahasiswa aktif dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan atau kemasyarakat, dan salah satu organisasi yang tengah di jalani penulis adalah ASSALAM SUMBAR, yaitu oraganisasi yang begerak dibidang kerohanian yang targetnya adalah pelajar Islam. Dalam organisasi ASSALAM SUMBAR, penulis di tempatkan di Devisi Kaderisasi, selain di ASSALAM SUMBAR penulis juga aktif di organisasi kemahasiswaan yaitu Forum Kajian Islam Khiru Ummah (FKI-KU) IAIN IB Padang, yang di amanahkan sebagai Sekretaris Umum. Dan penulis berasal dari Bawan, IV Nagari Kab. Agam, satu kampung dengan tokoh-tokoh besar negeri ini seperti Buya Hamka, Moh. Hatta dan Agus Salim sama-sama dari Kab. Agam, semoga saja bisa mengikuti rekam jejak mereka, Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *