Antara Kita, Rasul, Muhammad Ali dan Cristiano Ronaldo

“Almarhum Rasulullah, Muhammad SAW?”, Rasanya tidak pernah kita dengar lafal seperti ini. Meski telah lama wafat, gelar itu juga tidak layak disematkan pada sosoknya yang agung. Karena warisannya akan Qur’an dan Hadist, juga setiap salawat yang kita balas atas namanya membuat ruh masa lalu itu tetap hidup membersamai sikap dan perbuatan milyaran muslim se-dunia, Beliau pula perintis dan pendiri pemerintahan islam yang kemudian mengakar luas di 2/3 dunia dari periode kenabian, khilafaurrasyidin hingga gemilangnya ottoman.

Cassius Clay, Sedikit sekali mungkin muslim Indonesia mengenal namanya. Tapi bila dikatakan Muhammad Ali, semua orang bersepakat bahwa Ialah petinju terbesar sepanjang sejarah. Siapa kiranya yang masih pekat dengan momen silam? ketika Ali mengancam dengan kepalan tinjunya pada setiap penonton yang enggan memanggil nya dengan sebutan ‘Muhammad Ali’?

Atau siapa gerangan yang tahu episode membanggakan ini? Di sebuah jalan khusus  bernama ‘Street of the Fame’ (Jalan orang termasyhur) Hollywood mengukir setiap nama artis dan aktor yang telah berjasa membesarkan nama rumah sinema itu. Dan hanya nama Muhammad Ali sajalah sosok non-artis yang menjadi ‘Wall of The Fame’ (Dinding Orang Termasyur). Ali menolak tegas! jika nama ‘Muhammad’ dikeramikkan dijalan untuk diinjak-injak setiap yang lewat. Sosok Ali tidak hanya dikenal sebagai Petinju, tapi juga aktivis kemanusiaan yang peduli pada Kemusliman juga menentang Zionisme. “Allah is The Greatest, What I’ve done , I’ve done for Allah” katanya.

Cristiano Ronaldo, megabintang sepakbola yang tercatat sebagai “The World Most Charitable Sportsperson“, Olahragawan paling banyak beramal. Lepas Final Champion kemarin, Ia kembali mendonasikan kocek 9 miliar(600rb Euro) –nya untuk amal kemanusiaan. Tercatat sebelum itu, 1,5 juta euro juga telah ia sumbangkan untuk rekonstruksi Gaza, Palestina. Ia Juga turut blusukan membantu korban Tsunami Aceh pada satu dekade lalu, kemudian mengangkat salah satu putera daerah disana sebagai anak angkatnya, Martunis namanya, Kini tengah bermain di Sporting Lisbon.

Nama mereka kini telah digores dan menjadi catatan sejarah, namun lebih dari itu, tkita tidak bisa membantah bahwa amal kebaikan itulah sebagai faktor terbesar,  yang menjadikan mereka menyejarah ditiap hati manusia.

Kita memang bukan sekaliber Nabi, bukan Muhammad Ali yang melegenda dalam 73 tahun dengan sepak terjangnya, atau malah bermimpi menjadi sosok gemilang dan sedermawan Ronaldo di usianya yang masih 31 Tahun. Lebih lagi kita tidak bisa menjamin Usia. Tapi Allah Maha Tahu dalam memuliakan hambanya. Tidak perlu hidup panjang untuk gemilang bila sudah punya Ramadhan. Bulan yang didalamnya terdapat kemuliaan ibadah yang lebih dari hidup 1000 bulan. Jauh dari masa hidup Nabi dan Ali. Bulan pengkuadratan amal yang tak terbatas akumulasinya, jauh dari koleksi amal Ronaldo.

Kita tidak bisa menjadi yang paling agung seperti Muhammad SAW, atau ingin pula setara dengan Sosok termasyur seperti petinju Ali, atau meniti karir menuju mega bintang seperti Ronaldo. Tapi ingatlah, kita selalu punya kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Kode Allah sederhana, diantaranya:

  1. “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang-orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal sholeh…(QS Fusshilat: 33) kemudian
  2. “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain” (HR Thabrani)
  3. “Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari)

Bila sudah bermodalkan ramadhan dan strategi menjadi yang terbaik. Cita-cita mana yang tidak bisa dicapai? Bila sudah bersama Allah dalam setiap rencana dan upaya, masalah sekusut apa yang mustahil diurai?

Sekarang tinggal kita, Sudah pasang target untuk menjadi yang terbaik? Lalu, Proyek Ramadhan seperti apa yang mau kita menangkan untuk menjadi yang terbaik?

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *