Begini Cara Unik Rasulullah Bercanda

Suatu ketika, Rasulullah SAW bersama para sahabat sedang berbuka puasa. Buah kurma  terhidang di depan mereka. Setiap kali mereka makan kurma, biji- biji sisanya mereka sisihkan di tempatnya masing- masing.

Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan cukup banyak kurma. Jelas saja, biji-biji kurma yang ada di tempatnya menumpuk lebih banyak di bandingkan sahabat yang lain.

Keisengan Ali pun muncul. Diam-diam dia memindahkan biji kurma miliknya ke tempat biji kurma milik Rasul saat beliau tengah lengah. Maka saat biji kurma itu sudah berpindah tempat, Ali menggoda Rasul.

“Ya Rasulullah, Kelihatannya Kamu begitu lapar. Sehingga makan kurma begitu banyak! Lihat! biji kurma di tempatmu menumpuk begitu banyak.”

Bukannya terkejut atau marah, sambil tersenyum Nabi membalas keisengan Ali. “Ali, tampaknya kamulah yang sangat lapar. Sehingga kamu makan kurma juga dengan biji-bijinya. Lihat! tak ada lagi biji kurma tersisa di depanmu.”

Kontan semua Sahabat yang hadir tertawa renyah karena humor dari keduanya

Sumber : HR. Bukhori

* Hikmahnya, Tiap kita boleh bercanda asal jangan ada unsur bohong (H.R Thabrani), Kita boleh tertawa asal jangan berlebihan, sebab tawa terbahak-bahak dapat mematikan hati (HR. Tirmidzi). Maksudnya nih, nanti Kamu itu enggak peka lagi loh sama perasaan temannya yang di-bully.

Betul apa benar?

 

Share

Satu tanggapan untuk “Begini Cara Unik Rasulullah Bercanda

  • Oktober 28, 2016 pada 5:18 pm
    Permalink

    Sejarah sabung ayam di Jawa berasal semenjak cerita rakyat ialah Cindelaras. Raja Jenggala memidana terhadap mengadu ayam sakti Cindelaras dgn ayam miliknya, kalau pada pertarungan itu ayam Cindelaras kalah sehingga beliau harus di undang-undang pancung sebaliknya jika berjaya maka sekitar kekayaan Raja Jenggala jadi milik Cindelaras. dekat pertarungan ayam terselip nyata-nyatanya ayam Cindelaras bisa melalap ayam sang raja cuma dalam beberapa menit saja. hasilnya Raja Jenggala mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengakui bahwa dia yakni putranya yang lahir bermula permaisurinya yang telah di asingkan karena rasa iri permulaan selir kerajaan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *