Beginilah Barisan Dakwah

Asmed – Saat Cahaya Islam semakin redup, karenakah aku penyebabnya?

Adakah aku menjadi perusak jama’ah ini?
Apakah aku mengotori perjuangan suci ini?
Adalah aku yang mencoreng wajah dakwah ini !

Dusta! Aku berdusta.

Takbir meninggi di kata, namun tak tegak di jiwa!

Inilah aku yang ‘katanya’ aktivis dakwah.

Tapi masih terlalai kebodohan yang nyata.
Tapi masih terelena huru hara.
Tapi masih terlemah oleh asmara.

Senang menasihati, tapi lupa mengoreksi diri.
Berdiri dengan teguh, tetapi hatinya rapuh.
Beteriak lantang, namun jiwanya kerontang.

Sombong! Allah, aku telah sombong.

Aku menghakimi dia dan mereka salah.
Padahal diri inilah yang penuh nanah!

Lalu berani-beraninya aku masuk dalam barisan dakwah!

Barisan yang mempertaruhkan jiwa raga, komitmen dalam perjuangan, kepayahan menahan nafsu dan pengorbanan tanpa kecuali.

Disini aku harus rela menahan segala keinginan yang tak dianjurkan.

Disini aku harus siap menyerahkan setiap hal yang harus dikorbankan.

Inilah barisan dakwah!
Bukan barisan orang-orang yang lemah, baper, egois, dan mudah menyerah!

Malu!
Malulah pada janggut yang melambai.
Malulah pada jilbabmu yang terurai.

Inilah akhirnya!
Beginilah jadinya!
Jika hati, lisan dan pandangan tak terjaga.

Aku lemah dalam kefuturan.
Aku kalah dalam kesia-siaan.
Aku mati dalam kehinaan.

Tapi jika ‘rasa tak pantas’ menyebabkan aku berputus asa.
Maka tak berarti aku gugur sebagai pahlawan.
Melainkan mundur sebagai pecundang!

Ingatlah!
Dakwah ini tak membutuhkan orang-orang yang lemah!
Allah telah menyiapkan generasi yg lebih baik utk menggantikan mereka yang kalah.

Maka hanya ada dua pilihan.
Betahan dan terus berjuang!
Atau tergantikan lalu hidup dalam kesengsaraan.

Share

Satu tanggapan untuk “Beginilah Barisan Dakwah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *