Belajar dari Dzan Nun (Bagian 1)

paus

“Dan (ingatlah kisah) Dzan Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdo’a dalam keadaan yang sangat gelap, “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim”. QS. Al-Anbiya’: 87.

Dialah Yunus bin Matta Alaihissalam. Dia dijuluki dengan “Dzan Nun” karena ditelan oleh ikan Nun (paus). Allah Ta’ala telah mengutus Yunus Alaihissalam kepada suatu kampung di Irak. Kemudian Yunus Alaihissalam menunaikan tugas yang diberikan oleh Robbnya, yaitu menyeru kaumnya agar hanya menyembah Allah Ta’ala. Namun mereka enggan menerima seruan tersebut. Yunus Alaihissalam kemudian memutuskan untuk meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah setelah memperingatkan kaumnya bahwa azab akan turun kepada mereka selama mereka tetap dalam kekufuran. Padahal pada saat itu dia belum mendapatkan izin dari Allah untuk pergi.

Kelanjutan kisahnya diterangkan oleh Allah dalam QS. Ash-Shaffat: 139-142, “Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang Rasul, (ingatlah) ketika dia lari, ke kapal yang penuh muatan, kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian). Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela”. (Bersambung)

 

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *