Hari Kartini, momentum bagi pelajar muslimah

Ibu Kita Kartini

Putri Sejati

Putri Indonesia

Harum namanya

 

Siapa yang tidak kenal dengan beliau. Raden Ajeng Kartini, pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Tidak bisa terelakkan bahwa berkat semangat juangnya, hari ini kita bisa menghirup buku-buku pelajaran, membacanya, dan mengaplikasikannya.

 

Tidak ada yang mau menjadi orang yang bodoh dan mudah dibodoh-bodohi. Mungkin itulah alasan beliau, kenapa kita hari ini mampu semerdeka ini.

 

21 April 139 tahun yang lalu, Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara. Anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Merupakan anak perempuan tertua dari keluarganya.

 

21 april 2018, umur kita sudah berapa? Apa yang bisa kita berikan untuk perempuan-perempuan lain di luar sana atau bahkan diri kita sendiri sebagai perempuan?

Perempuan yang mungkin merasa dilecehkan, direndahkan, bahkan dimusnahkan sebagian mimpinya. Adakah kita sudah berbuat?

 

Perjuangan Raden Ajeng Kartini bukanlah sekedar dongeng-dongeng yang harus kita ingat setiap tahun. Lebih dari itu, dongeng selalu mempunyai akhir bahagia. Dan itulah yang akan menjadi tugas kita. Happily ever after.

 

Mari mengambil peran untuk perempuan Indonesia. Kepakkan sayap itu selebar mungkin, ambil senjatamu. Dan berperanglah dengan kecerdasan bukan keemosian. Habis gelap terbitlah terang, untukmu seluruh perempuan di Indonesia.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *