Hijab Syar’i Mendidik Diri Sejak Dini

Wahai para orangtua, ajarilah puterimu memakai jilbab syar’i sejak kecil, sehingga saat dia dewasa sudah terbiasa, dan kebiasaan itu sudah mendarah daging dalam dirinya.

Mendidik anak untuk berhijab syar’i lebih mudah dari pada mendidik wanita yang sudah dewasa, karena tabiat anak kecil mudah untuk meniru dan mudah diajari. Anak kecil juga masih polos dan hatinya masih suci, sehingga mudah diarahkan ke jalan kebaikan.

Sungguh, orangtua berkewajiban mendidik anak-anaknya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama, dan mengajarkan ilmu agama kepada anak-anaknya. Dan barangsiapa lalai dalam mendidik anak-anaknya maka turut menanggung dosanya.

10 Langkah Agar Puteri Kecilmu Menyukai Hijab

  1. Mulailah langkah ini sejak puteri anda masih kecil,jangan menanti hingga ia tumbuh remaja, sebab jika anda menunggu sampai ia dewasa, mungkin sudah agak sulit untuk merubah dirinya sesuai yang anda inginkan, khususnya jika hal tersebut tidak sesuai dengan kemauannya. Hendaknya anda melakukan ini secara perlahan-lahan karena ia masih kecil.
  2. Menampakkan kekaguman anda terhadap hijab dihadapan dirinya, dan katakan padanya bahwa hijab itu adalah kemuliaan seorang wanita, serta menyempurnakan wibawa dan aura seorang pemudi, juga mengajarkannya bahwa para wanita yang mengenakan hijab syar’i menunjukkan akan bagusnya pembinaan dan pertumbuhan mereka.
  3. Mengajarkan dirinya bahwa hijab merupakan perintah Allah subhaanahu wata’ala, dan dia harus mengenakannya karena Allah semata, dan bukan agar dipuji manusia, ajarkan padanya bahwa Allah ta’ala selalu mengawasi dirinya kapan dan dimanapun ia berada, bahwa Allah sangat mencintai dan meridhai wanita yang menutupi dirinya dengan hijab sebagai perwujudan perintahNya. Bacakan padanya ayat hijab yang ada dalam AlQuran, dan tegaskan hal tersebut dengan menyebutkan hadis-hadis Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.
  4. Kisahkan padanya tentang figur seorang wanita berhijab yang terpandang dan sukses, mulailah dengan istri-istri Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, para wanita shahabiyah dan wanita-wanita shalihah setelah mereka, kemudian mengisahkan figur wanita-wanita berhijab yang sukses dizaman ini.
  5. Bandingkan pada dirinya tentang perbedaan figur wanita-wanita shalihah tersebut dengan figur wanita tidak berhijab yang tidak mentaati perintah Allah ta’ala, yang mana hal tersebut, menyebabkan mereka terjatuh kedalam kenistaan.
  6. Ceritakan padanya tentang akhlak wanita shalihah, pahala konsisten dengan amal-amal shalih, serta ganjaran yang didapatkan oleh wanita-wanita shalihah, dan bahwasanya wanita shalihah adalah sosok muslimah yang selalu menjadi sebab perbaikan dan tersebarnya hidayah dikalangan kaum hawa.
  7. Awasilah anak anda agar selalu bergaul dengan wanita baik yang berhijab, tidak membiarkannya bergaul dengan wanita-wanita yang suka menampakkan aurat, agar ia terbiasa melihat dan meneladani orang-orang baik.
  8. Sang Bunda harusnya menjadi tauladan yang baik bagi puterinya, terkhusus dalam masalah hijab, bahkan seorang bunda hendaknya mengadakan jilsah/pelajaran khusus dengan puterinya untuk mengajarkannya hijab serta mengisahkan padanya kisah-kisah wanita shalihah yang berhijab.
  9. Sang bunda hendaknya selalu menyertakan anaknya dalam majelis-majelis ilmu, atau halaqah-halaqah AlQuran, sebab sewaktu menghadiri pertemuan-pertemuan ini, ia disuruh untuk selalu berhijab, sehingga sedikit demi sedikit ia akan mencintai hijab dan terbiasa dengannya.
  10. Berikan puteri anda hadiah jika ia memakai hijab, sembari mengajarkan padanya bahwa hadiah yang paling besar adalah berasal dari Allah ta’ala yaitu surgaNya.

 

Sumber :

almoslim.net via http://darul-anshar.com/en/mutiara-islam/aqidah/92-hjb.html)

http://www.facebook.com/StatusNasehatUntukSaudaraku

http://www.facebook.com/StatusNasehatUntukSaudaraku

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *