Keindahan yang Terindah (Bagian 3)

rindu-rasulullah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rasulullah SAW adalah orang yang paling malu dan suka menundukkan pandangan, lebih banyak memandang ke arah tanah daripada ke arah langit. Abu Said Al-Khudri berkata, “Beliau adalah orang yang lebih pemalu daripada gadis di tempat pingitannya. Jika tidak menyukai sesuatu, maka bisa diketahui dari raut mukanya”.

Hindun bin Abu Halah menggambarkan sifat-sifat Rasulullah SAW, “Rasulullah SAW seperti tampak berduka, terus menerus berpikir, tidak punya waktu untuk istirahat, tidak bicara jika tidak perlu, lebih banyak diam, memulai dan mengakhiri perkataan dengan seluruh bagian mulutnya dan tidak dengan ujung-ujungnya saja. Beliau berbicara dengan kata-kata yang luas maknanya, tegas tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, dengan nada yang sedang-sedang saja, tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan, mengagungkan nikmat sekecil apapun, tidak mencela sesuatu, tidak terpancing untuk cepat-cepat marah jika ada sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran, tidak marah untuk kepentingan dirinya dan lapang dada. Beliau memberi isyarat dengan seluruh telapak tangannya, beliau dapat membalik kekagumannya, beliau berpaling jika sedang marah, beliau menundukkan pandangan matanya jika sedang gembira. Tawanya hanya dengan seyuman. Beliau menahan lidahnya kecuali untuk hal-hal yang dibutuhkan. Beliau mempersatukan para sahabat tidak memecah belahnya. Beliau menghormati pemimpin suatu kaum dan memberikan kekuasaan padanya atas kaumnya itu. Beliau mengatakan bagus apa yang bagus dan membenarkannya, mengatakan buruk apa yang buruk dan melemahkannya, sederhana, tidak bertindak aneh, tidak lalai karena takut yang lain akan lalai, tidak kikir terhadap kebenaran, tidak berlebih-lebihan pada orang lain, berbuat lemah lembut kepada orang yang paling baik. Orang yang paling baik di mata beliau adalah orang yang paling banyak nasihatnya dan orang yang paling besar kedudukannya di mata beliau adalah orang yang paling baik perhatian dan pertolongannya”.

Sifat-sifat tersebut hanya sebagian kecil yang bisa diungkapkan dari diri beliau. Hakikatnya keindahan beliau adalah sesuatu yang tidak bisa diketahui secara persis. Semoga tidak ada lagi sosok yang lain menjadi rujukan kita selain beliau. Dari mulai beliau bangun dari tidur, menempuh perguliran waktu, hingga beliau beranjak tidur kembali.  Siapapun kita dan di era apapun kita hidup saat ini, mari kita mencintai dan meniru kepada Rasulullah SAW ^^

Sumber: Sirah Nabawiyah karangan Syaikh Shafiyyurahman Al-Mubarakfury.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *