KUNCI KEBANGKITAN PERADABAN ISLAM

oleh: Dr. Wido Supraha*

(Dosen,  Peneliti INSISTS, dan Anggota Komisi Ukhuwah MUI Pusat )

Al Quran secara terminologis berarti bacaan. Pengertian ini menyiratkan bahwa tujuan diturunkannya Al Quran tiada lain dan tiada bukan adalah agar manusia  membacanya dalam rangka memperoleh petunjuk dan pedoman hidup.

Al Quran merupakan salah satu mukjizat yang Allah swt berikan kepada Rasulullah Muhammad saw. Dari sekian banyak mukjizat yang ada pada diri Rasulullah saw., Al Quran merupakan yang terbesar. Karena mukjizat ini masih tetap utuh hingga beberapa lintas generasi. Keterjagaan ini telah dijamin dan dipastikan langsung oleh Allah swt. Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Q.S. Al-Hijr 15: 9)

Salah satu cara Allah swt menjaga Al Quran adalah melalui hapalan-hapalan yang dimiliki oleh kaum Muslimin di setiap zamannya, terutama generasi mudanya. Hal ini juga semakin diperkuat dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat di dunia Islam terutama dalam rentang abad kedelapan sampai abad ketigabelas Masehi. Perkembangan ilmu pengetahuan tersebut terjadi berangkat dari semangat kaum Muslimin dalam mendalami Al Quran, hingga kemudian menguak satu persatu kebenaran dari ayat-ayat Al Quran.

Jika dikaji secara mendalam, ayat-ayat Al Quran ternyata mengharuskan setiap pribadi Muslim memiliki konteks berpikir ilmiah yang mendalam. Melalui Al Quran, Allah swt memberi penegasan bahwa umat Muslim harus membiasakan diri dengan budaya membaca, melakukan observasi, eksplorasi hingga melakukan perbandingan. Dalam ayat yang pertama kali turun, Allah swt memberi perintah: “Iqro’..! Bacalah..!”. Kemudian lebih lanjut Allah menyuruh manusia melakukan pengamatan (observasi) melalui firman: “afara-aita.. tidakkah kamu melihat..

Hal-hal yang demikianlah yang ternyata berhasil merangsang generasi Islam pada masa itu sehingga mampu melakukan berbagai kajian dan penyelidikan terhadap kebenaran. Dari penyelidikan dan kajian tersebut kemudian lahirlah berbagai pemikiran-pemikiran dan penemuan-penemuan besar yang mampu meninggikan derajat kaum Muslimin dan menerangi seluruh penjuru dunia.

Demikianlah kebangkitan Islam berlangsung. Dari semangat berdekatan dengan Al Quran, maka lahirlah peradaban. 

 

*disampaikan dalam MABIT yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Agung Nurul Iman & DPD ASSALAM SUMBAR Kota Padang Pada tanggal 4 Maret 2017. Disunting dengan sedikit penyesuaian (judul asli: Cinta Allah, Dekat Dengan Al Quran).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *