Mengintip Kesederhanaan di Balik Kemasyuran Universitas Al-Azhar

egypt-al-azhar
http://s1.ibtimes.com/sites/www.ibtimes.com/files/2015/06/22/egypt-al-azhar.jpg

Berbicara tentang Universitas Al-Azhar tentu tidak asing lagi untuk kita, yaitu salah satu Universitas yang paling diminati oleh mahaisiswa muslim di dunia, termasuk Indonesia.

Universitas ini terletak di kota Kairo, Mesir negri yang menyimpan segudang sejarah dan peradaban dunia. Seperti halnya Piramid, kisah Mummi dan mesir adalah pusat ilmu pengetahuan semenjak Mesir Kuno.

Universitas Al-Azhar di perkirakan berumur 1000 tahun, di bangun sejak zaman kekhalifahan Fathimiyyah, dan Universitas Al-Azhar menyandang gelar salah satu universitas tertua di dunia.

Selain meyandang sebagai universitas tertua di dunia, juga menjadi rujukan keilmuan islam bagi muslim di seluruh dunia, bahkan Universitas Al-Azhar menjadi penasehat kepresidenan Mesir.

 

Seperti universitas lain di dunia, Universitas Al-Azhar juga memiliki beberapa fakultas dan jurusan di antaranya :

  1. Fakultas Ushuluddin, dengan jurusan Ulum al-Tafsir, Ulum al-Hadis, Aqidah Filsafat dan Dakwah wa ats-Tsaqofah.
  2. Fakultas Syariah wal-Qanum, dengan jurusan Syariah Islamiyyah dan Syariah wal-Qanum.
  3. Fakultas Lughah al-‘Arabiyyah, dengan jurusan kebahasaan Arab.
  4. Fakultas Dirasat Islamiyyah wal-Arabiyyah, yaitu fakultas yang khusus studi Islam dan ke-Arabiyyahan.
  5. Fakultas Dakwah Islamiyyah, fakultas ini lebih mengajarkan cara berdakwah dan metode dakwah rasulullah.

 

Hal yang paling menarik dari Universitas Al-Azhar adalah kesederhanaan dosennya. Dari segi berpakaian tidak bermewah dan bermegah-megah, hanya gamis dan pakai sederhana tidak ada memakai taxedo atau jas mewah sebagainya.

Jika berkaca dengan universitas termasyur di dunia lainnya, dalam hal berpenampilan lebih terkesan elite dan megah. Namun di universitas ini tidak di dapati serupa.

Simpel dan sangat sederhana penampilan dosennya, pahahal dari aspek harta tentu mereka termasuk orang berpunya.

 

Apalagi mereka tidak hanya mengajar di mesir saja, namun di berbagai negara lain seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Jika di tinjau dari honor mereka akan sedikit berlebih apalagi kita tahu bahwa Uni Emirat Arab dan Arab Saudi adalah negara terkaya di dunia, yang memiliki proyek raksasa seperti gedung-gedung pencakar langit.

 

Di Universitas Al-Azhar langka sekali di temukan dosen yang memakai kendaraan pribadi, dosen-dosennya lebih suka menggunakan kendaraan umum, seperti bus, dan berbaut langsung dengan mahasiswa. Berbaur tanpa sekat, erat dan harmoni interaksi pendidik dan peserta didik.

Sungguh seperti ini seharusnya tampilan dan sikap seorang pendidik, tidak hanya transfer ilmu saja.

namun akhlak dan harmoninya kesederhanaan yang memukau, rasul kepada sahabatnya berbaur tanpa sekat begitu erat hubungan mereka sehingga setiap apa yang di sampaikan rasul lekas sampai dan menggugah hati parasahabatnya.

Kesederhanaanpun menjadi seragam megah rasul, tidak berpakaian mewah yang buat terpana, akhlak mulialah yang memukau dan mempesona.

 

Sumber :

http://informasi-alazhar.blogspot.co.id/p/fakultas-fakultas-di-kairo.html?m=1

http://m.kompasiana.com/tareq/4-fakta-unik-dosen-universitas-al-azhar-mesir-yang-harus-kamu-ketahui_58f9c32d2d7a61d263b1907e

Rian Rendi / Tim Desain – Asmed

Share

Rian Rendi

Rian Rendi adalah seorang Mahasiswa aktif dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan atau kemasyarakat, dan salah satu organisasi yang tengah di jalani penulis adalah ASSALAM SUMBAR, yaitu oraganisasi yang begerak dibidang kerohanian yang targetnya adalah pelajar Islam. Dalam organisasi ASSALAM SUMBAR, penulis di tempatkan di Devisi Kaderisasi, selain di ASSALAM SUMBAR penulis juga aktif di organisasi kemahasiswaan yaitu Forum Kajian Islam Khiru Ummah (FKI-KU) IAIN IB Padang, yang di amanahkan sebagai Sekretaris Umum. Dan penulis berasal dari Bawan, IV Nagari Kab. Agam, satu kampung dengan tokoh-tokoh besar negeri ini seperti Buya Hamka, Moh. Hatta dan Agus Salim sama-sama dari Kab. Agam, semoga saja bisa mengikuti rekam jejak mereka, Aamiin.

Satu tanggapan untuk “Mengintip Kesederhanaan di Balik Kemasyuran Universitas Al-Azhar

  • April 4, 2018 pada 10:02 pm
    Permalink

    Thank you for another great article. Where
    else may just anybody get that type of information in such
    a perfect manner of writing? I have a presentation next week, and I’m at the
    search for such info.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *