Pelajaran Dari Sebuah Timbangan

oleh: Kurniawan

(Mahasiswa Analisis Kimia Politeknik ATI Padang, MPP DPD ASSALAM SUMBAR Kota Padang)

 

Timbangan alias neraca barangkali bukanlah hal yang baru bagi kita. Alat yang berfungsi sebagai pengukur massa benda ini sudah lama dikenal oleh manusia. Apatah lagi bagi mereka yang melakoni profesi sebagai pedagang, apoteker, yang bergelut di bidang kuliner, atau kimiawan, dan berbagai profesi lainnya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi,  timbangan juga ikut berkembang. Kini telah berkembang berbagai model timbangan dengan tingkat ketelitian yang cukup tinggi. Bagi yang sudah pernah masuk ke laboratorium kimia, barangkali telah dengan kenal neraca analitik. Akurasi neraca ini bisa mencapai 0,0001 g atau 0,1 mg. Artinya, hari ini benda paling ringan pun dapat diukur oleh manusia. MasyaAllah.

Nah Sob, jika teknologi buatan manusia saja bisa seakurat itu, maka terbayangkah oleh kita kearutan neracanya Allah swt di Yaumul-Mizan kelak? Padahal Allah sudah memberi tahu kita tingkat ketelitian-Nya di hari pertimbangan.  Barangsiapa yang memperbuat kebaikan seukuran zarrah, maka kelak orang itu akan mendapati (balasan)nya, dan barangsiapa yang memperbuat kejahatan seukuran zarrah, maka kelak orang itu akan mendapati (balasan)nya pula” (Q.S. Al Zalzalah 99: 7-8).

Zarrah,” tulis Sayyid Qutb dalam Fi Zhilaali Quran, “adalah sesuatu yang terkandung dalam nama ini. Ia jauh lebih kecil daripada butir debu yang terlihat di bawah sinar matahari itu”. Subhanallah, betapa Maha Teliti-nya Allah swt. So, masihkah kita hendak menyepelekan kesalahan-kesalahan ‘kecil’ yang sudah kita perbuat?

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *