Sosok Ini Pasti Bikin Kamu Berdecak Kagum (Bagian 3)

sahabat
(Foto: Ilustrasi)

Setelah peristiwa Isra’ Mi’raj, orang musyrikin datang kepada Abu Bakar. Mereka berkata, “Kawanmu mengaku bahwa dia telah melakukan perjalanan malam hari ke masjidil Aqsha, padahal kami menaiki unta selama sebulan penuh bila ke sana”. Maka ash-Shiddiq bersegera membenarkannya,

 

“Sesungguhnya aku percaya kepadanya terkait dengan berita langit yang turun pagi dan petang, lalu mengapa aku tidak mempercayainya terkait dengan Baitul Maqdis?”. Oleh karena itu dikatakan bahwa Abu Bakar dijuluki ash-Shiddiq karena pembenarannya mengenai Isra’ Mi’raj.

 

Ketahuilah saat-saat paling pahit yang dihadapi oleh ummat islam. Keyakinan Abu Bakar tidak melemah, cerminan keyakinan yang terhubung dengan Pemilik langit dan bumi. Abu Bakar berdiri tegak lagi kokoh pada hari wafatnya Rasulullah SAW, saat suasana kelam melingkupi Madinah, saat hampir-hampir ummat hilang akal.

 

Pada saat itu Abu Bakar dengan ketajaman pandangannya berkata, “Ketahuilah barangsiapa menyembah Muhammad maka Muhammad telah meninggal dunia, tetapi barangsiapa menyembah Allah maka Allah Maha Hidup, tidak mati. Allah telah berfirman, “Muhammad itu tidak lain hanya seorang Rasul, sungguh, telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul.

 

Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik kebelakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (QS. Ali-Imran: 144)”. Maka orang-orang sesenggukkan menangis, seolah-olah belum mengetahui bahwa ayat ini pernah turun.

 

Sebagai penutup uraian mengenai bintang-bintang kebaikan ash-Shiddiq, kita saksikan sabda Rasulullah SAW,

 

“Tidak seorang pun yang mempunyai jasa baik kepada kami kecuali kami telah membalasnya, kecuali Abu Bakar, sesungguhnya dia mempunyai jasa mulia, Allah yang akan membalasnya di hari kiamat. Aku tidak mengambil manfaat dari harta seseorang seperti aku mengambil manfaat dari harta Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang khaliil (kekasih), niscaya aku menjadikan Abu Bakar sebagai khaliil. Dan sesungguhnya sahabat kalian ini adalah khaliilullaah (kekasih Allah)” (HR. At-Tirmidzi).

 

Sumber: Syaikh Mahmud Al-Mishri. Sahabat-sahabat Rasulullah SAW Jilid I.

Share

Satu tanggapan untuk “Sosok Ini Pasti Bikin Kamu Berdecak Kagum (Bagian 3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *