[Taujih Series] Energi Cinta

( WAJIB DIBACAKAN PADA FORUM RAPAT MPP/DPP/DPD/ASMED/TPW ASSALAM  PADA RENTANG WAKTU  8-15 MARET 2017

‘ENERGI CINTA’

Oleh :MPP KADERISASI ASSALAM SUMBAR

 

“dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran:133)

 

“sesungguhnya ALLAH itu bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS. An-Nahl: 128)

 

Salam bahagia dari ruang keriuhan untuk segenap saudara ASSALAM.Semoga di setiap dentingan waktu, bergulir perasaan damai yang penuh rasa syukur atas curahan cinta dari ALLAH SWT.Karena banyak hal yang berawal dari rasa cinta. Cinta apabila dimaknai dan disikapi secara positif, merupakan energi pertama yang berbuah cita rasa lain di dalam hati, seperti rindu dengan yang dicintai, rela berkorban, keteguhan dan ketenangan di dalam diri. Alhamdulillahirabbil’alamin… jutaan rasa syukur saja, tidakakan cukup untuk mengganti nikmat cinta yang dititipkan pada kita hari ini. Sungguh indah apabila semuanya diiringi dengan rasa cinta.Berdakwah dengan cinta.Berukhuwah dengan cinta.

 

Cinta yang berbuah tidak dari yang lain, melainkan dari keimanan pada Sang Khaliq.Cinta yang merupakan manifestasi dari keimanan.Termasukkah kita kepada orang-orang pilihan itu?Yang menumbuh kembangkan cinta kepada ALLAH dari dasar hatinya.ALLAH satu-satunya alasan untuk diam, bergerak, hidup, mati dan alasan untuk setiap tindakan.Lisannya terjaga karena cintanya.Keseluruhan dirinya terjaga karena cintanya itu.Subhanallah…nikmat yang luar biasa, yaitu ketika kita dapat dipertemukan dalam sapaan ukhuwah ini.

 

Sholawat berangkaisalam dalam bingkisan cinta teruntuk Nabiyyullah Rasulullah Muhammad SAW. Yang telah menggambarkan  sebaik-baiknya teladan dalam menjalani kehidupan dan menyuguhkan seindah-indahnya jalan perjuangan menuju jannah ALLAH SWT. Sebuah petuah bijak yang mungkin pernah kita dengar bahwa, “Maka lihatlah sejarah-sejarah moyangmu untuk kebaikan masa depanmu”.Maka lihatlah sejarah-sejarah Rasulullah di beberapa masa,untuk dijadikan bekal menjalani keseharian kehidupan kita agar senantiasa menjadi baik dan terus lebih baik.

 

KATA CINTA

Sahabat…. Kata “cinta” merupakan sesuatu yang sangat menarik untuk menjadi bahasan siapa saja, dimana saja dan kapan saja.Setiap orang memaknainya sesuai keinginannya sendiri. Setiap orang merasakannya dengan kadar masing-masing pada berbagai hal yang menurut mereka pantas untuk mendapat rasa cinta. Maka mari kita melihat bagaimana sesungguhnya energi cinta yang positif yang akan melahirkan ruh yang akan selalu siap siaga menyambut setiap seruan dakwah, baik di kala mudah maupun susah.

 

Dikisahkan pada suatu malam dalam perjalanan hijrah, Rasulullah didampingi oleh sahabat dekatnya Abu Bakar.Keduanya pergi menuju sebuah gua. Dalam perjalanan, sesekali Abu Bakar berjalan di depan Nabi SAW dan di saat yang lain di belakang Nabi SAW. Nabi SAW bertanya, “Wahai Abu Bakar kenapa engkau berjalan demikian?”.Kemudian dijawab oleh Abu Bakar, “Ya Rasulullah, jika aku ingat etika kesopanan maka aku berjalan di belakang engkau. Tapi ketika aku teringat sergapan lawan yang bisa muncul dari arah depan maka aku berjalan di depan engkau. Nabi SAW bertanya lagi, “Wahai Abu Bakar, kalau terjadi sesuatu apa engkau senang berada di sampingku?”.Dan Abu Bakar menjawab lagi, “Ya, demi Dzat yang mengutusmu dengan haq”.

Ketika mereka mendekati gua, Abu Bakar berkata, “Ya Rasulullah,tunggu sebentar disini sehingga aku membersihkan gua ini untukmu dan memeriksa lubang”.

Setelah memastikan di dalam gua aman, Abu Bakar mengajak Rasulullah masuk.Rasulullah tertidur di pangkuan Abu Bakar.Namun tiba-tiba Abu Bakar disengat oleh seekor hewan dari lubang.Ia tidak berani bergerak karena takut mengganggu tidur Rasulullah. Dengan menahan rasa sakit, air matanya menetes ke wajah Rasulullah. “apa yang terjadi wahai Abu Bakar?” Tanya Rasulullah.Abu Bakar menceritakan perihal dirinya yang digigit binatang.Rasulullah meludahi bagian yang digigit sehingga hilang rasa sakitnya.

 

Kemudian pada saat Quraisy hampir menemukan tempat mereka berada, timbul kecemasan dalam diri Abu Bakar.Ia berkata “Ya Rasulullah, bila salah seorang dari mereka melihat dari bawah maka pasti akan melihat kita”. Rasulullah menjawab, “Wahai Abu Bakar bagaimana pendapatmu jika kita berdua, dan yang ketiganya adalah ALLAH?Janganlah kamu bersedih karena ALLAH selalu bersama kita.”

 

Dalam riwayat lain juga bercerita mengenai kecintaan Abu Bakar kepada Rasulullah SAW. Kisah ini terjadi pada permulaan keislaman.Abu Bakar pernah diinjak-injak oleh kaum Quraisy, dipukuli dengan terompah yang tebal di bagian wajahnya, perutnya dilompati sampai tubuhnya dibungkus agar meninggal.Namun Abu Bakar tak mempersoalkan dirinya, yang berada dalam ingatannya justru keselamatan Rasulullah.Ia menanyakan keadaan Rasulullah pada mereka yang menyiksanya, kaum Quraisy jengkel dan mengembalikannya pada ibunya yang menentang keislamannya itu.

 

Ibunya kemudian menyuruhnya makan.Abu Bakar menjawab, “Aku sudah bersumpah kepada ALLAH untuk tidak makan dan minum kecuali setelah bertemu Rasulullah SAW”.Hingga akhirnya Abu Bakar dipapah menuju Darul Arqam, tempat Rasulullah dikabarkan berada. Maka tidaklah mengherankan bila pernah disebutkan oleh Rasulullah bahwa jika Beliau boleh mengambil seseorang sebagai kekasih selain ALLAH, maka ia akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasihnya. Subhanallah….

 

MEMAKNAI CINTA DENGAN SEDERHANA

Sahabat…. Apa yang bisa kita simpulkan dari dua kisah di atas? Bahwa cinta itu melindungi.Cinta tidak mungkin dapat digapai maknanya tanpa pengorbanan. Hanya cinta yang akan berbalaskan cinta. Seperti perlindungan Abu Bakar kepada Rasulullah SAW, yang dibalas juga perlindungan oleh Rasulullah. Pengorbanan Abu Bakar, yang dibalas berita gembira oleh Rasulullah. Cinta mereka bersemi dan berbuah surga dalam pertautan ukhuwah yang berlandaskan keimanan.Dengan cinta, keduanya dan jalan juang yang mereka lalui menghadirkan kekuatan yang membawa manfaat dan kebaikan. Cinta karena iman itu akan senantiasa mencintai ALLAH dan memusuhi musuh-musuhNYA.

 

“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada ALLAH dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang ALLAH dan RasulNYA, sekali pun orang-orang itu, bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang ALLAH telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripadaNYA. Dan dimasukkanNYA mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya.ALLAH ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-NYA. Merekalah golongan ALLAH.Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan ALLAH itulah yang beruntung. (QS. Al-Mujaadilah: 22)

 

CINTA YANG HARI INI KITA MILIKI

Apa kabar cinta?Tentu kita adalah orang-orang yang memiliki cinta.Karena cinta kita bersama dakwah ini dan memulai ukhuwah ini. Namun cinta yang seperti apa yang hari ini kita miliki? Cinta akan potongan duniakah? Atau cinta yang datang dikarenakan obsesi terhadap kebahagiaan akhirat?Karenanya kita perlu mengenal cinta yang hari ini kita miliki.Memastikannya dan menjaganya selalu agar tidak tercampur dengan cinta berlandaskan nafsu dunia. Memiliki cinta yang murni tidaklah mudah, untuk kemudian menjaganya juga lebih susah, tapi mungkin saja, ketika kita setiap waktu selalu memperbaharui niat di dalam hati. Mungkin saja ketika kita selalu menjalin kedekatan dengan Yang Maha Pemberi Cinta, melalui ibadah-ibadah dan jihad kita.Mungkin saja ketika kita selalu meminta diberikan ketetapan hati dalam meniti jalan kehidupan dengan keistiqomahan.

 

Bagaimana kualitas cinta kita?Adakah membawa kebermanfaatan dan kebaikan?Ataukah penuh dengan kelabilan emosi, tekanan dan kegersangan? Setiap waktu bergabung dalam barisan dakwah, apa membuat kita semakin dekat dengan ALLAH ataukah semakin jauh? Apa kesenangan menyambut panggilan dakwah yang pertama muncul ataukah bayangan beban yang akan diemban?Apa semangat menggelora yang muncul karena cinta berdakwah atau demi memenuhi kewajiban saja? Astaghfirullahal’aziiiim… ternyata kualitas cinta kita masih kalah saat di uji oleh-NYA.

 

Kita masih belum bergembira menjalankan amanah.Kita masih belum punya kerinduan yang besar bertemu Rasulullah.Kita belum punya cinta yang setinggi-tingginya kepada ALLAH.Kita menjalankan amanah masih mengharapkan balasan yang lebih banyak ketimbang memberi pengorbanan yang lebih besar.Padahal ganjaran itu sebesar pengorbanan yang diberikan.Masih malas-malas-ankah kita? Ketahuilah, uang yang kita keluarkan dalam dakwah ini, itu semua akan diganti oleh ALLAH, tapi bagaimana cara kita untuk meminta ALLAH mengembalikan waktu-waktu yang selama ini kita lalaikan agar bisa kita ulang dan kita gunakan untuk sebaik-baiknya?

 

Bukankah dari awal berjuang ini kita telah tahu bahwa amanah yang ada itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia?Lalu bagaimana bisa dengan santainya kita hari ini belum merencanakan hari esok?Betapa sering kita melalaikan waktu atau kurang terampil memanajemen diri sendiri untuk mengkondisikan waktu-waktu kita agar produktif. Kita sering terlena dengan balasan yang kita harapkan dari apa yang kita perbuat, baik itu pujian, kedudukan dan lain-lain di hadapan manusia.Dakwah kita sudah beralih tujuan tanpa kita sadari.Kita belum memahami bahwa yang terpenting adalah terus bekerja dengan apapun posisi dan kondisi sekarang karena kita menyadari adanya pengawasan ALLAH, Dzat yang kita mengaku mencintaiNYA di setiap helaan nafas kita.

 

Bagaimana juga dengan cinta kita kepada saudara-saudara kita?Adakah terselip persaingan amanah, membanggakan diri, meremehkan orang lain, tidak adil bekerja, riya’ dan prasangka?Teorinya sudah kita ketahui bahwa tingkatan ukhuwah tertinggi adalah itsar (mendahulukan saudara) dan serendah-rendahnya adalah berprasangka baik.Sayang sekali ketika pengetahuan kita hanya sekedarnya saja tanpa diiringi keinginan untuk memahami dan mengaplikasikannya.Sesungguhnya setelah iman, kekuatan kedua yang menguatkan jalan dakwah ini adalah ukhuwah.Tentu saja ukhuwah yang di dalamnya ada cinta yang lurus, cerminan langsung dari kecintaan kita yang utama kepada ALLAH SWT. Maka mari kita bersama menyuburkan cinta kepada ALLAH agar cinta kepada manusia pun mengiringi.

 

Cinta kepada ALLAH akan membantu mengikis cinta yang hanya terpusat pada diri sendiri. Cinta kepada ALLAH akan tumbuh subur bila selalu meningkatkan iman, amal dan ibadah kepada ALLAH. Maka ketika yang bersemi adalah cinta dari keimanan di dalam ukhuwah, berbagai masalah ukhuwah akan dapat disikapi dengan positif. Sesungguhnya bila kita merasa ukhuwah bermasalah, antara sesama ikhwah tidak dekat, atau sering terjadi perbedaan pendapat antar akhwat, atau pertengkaran dan lain-lain, terjadi bukan karena ukhuwah dan dakwahnya yang salah.Hanya saja kualitas iman-iman kita yang keropos.Yang membuat dada kita tidak lapang menerima perbedaan.

 

Yang membuat hati kita sulit menerima kebenaran dan nasihat dari orang yang kurang kita sukai atau cara yang kita kurang sukai. Karena dalam dakwah yang dicontohkan Rasulullah, perbedaan itu adalah asset kekayaan. Tiap orang memiliki keunikan tersendiri, dan dakwah islam tidak pernah mematikan keunikan seseorang, justru dakwah mendukungnya dan menguatkannya sebagai sumber kekuatan. Ingatlah, tiap kita berbeda, yang dengan perbedaan itu melukiskan warna-warni tersendiri dalam perjuangan dakwah, kesemua kita dengan segala perbedaan itu bermuara pada satu titik yaitu titik keimanan dalam sibghah ALLAH. Jika kita telah berukhuwah dengan cinta, maka akan semakin merasakan manisnya iman dan kegembiraan keyakinan dalam melalui panjangnya jalan dakwah ini….

 

DAN BERMEKARANLAH BUNGA-BUNGA CINTA

  1. Cinta akan membuat kita ringan berjihad di jalan ALLAH
  2. Cinta akan membuat kita ikhlas berukhuwah
  3. Cinta akan memunculkan kebersamaan dengan saudara
  4. Cinta adalah saling menopang beban dengan saudara

 

Sahabat…. ayo bangun cinta, jangan jatuh cinta…!!!!^^

Semoga bermanfaat!

(Repost goresan nasihat dari alumni: Wildayati (eks DPP 11/12)

 

 

Share

Tia Aklima

BERSYIAR ISLAM MELALUI MEDIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *