Taujih Pekanan Assalam Sumbar ” Kesalahan Yang Menginsyafi Diri”

Taujihat Pekanan Assalam Sumbar

WAJIB DIBACAKAN DISEMUA FORUM RAPAT ASSALAM SUMBAR.

KESALAHAN YANG MENGINSYAFI DIRI

OLEH : TIA AKLIMA

Assalammualaikum wr.wb.

Puji syukur kepada Allah swt yang telah memberikan nikmat iman dan segala nikmat dalam sebuah kehidupan kita. Sholat dan salam juga kita curhahkan kepada nabi Muhammad saw, yang karena perjuangan beliaulah kita hari ini bisa mengenal islam di Indonesia.

Ikhwan, wa akhwatifillah..

Berbahagialah.., sungguh antum antumna lah yang terpilih menjadi penerus risalah rasulullah ini, disaat kebanyakan mahasiswa dan pelajar lainnya yang seumuran dengan antum masih sibuk dalam urusan sendiri, tugas sekolah/kuliah, hangout – hangout anak muda, nonton , huru- hara sana sini, sibuk bersocial media, dan sibuk cari sensasi untuk misi menterkenal diri.

Ikhwan, wa akhwatifillah..

Kita berhimpun dalam satu saff yang bernama Assalam. Sebuah jalan yang memang tidak ditempuh oleh malaikat. Ini jalannya para manusia. Lebih dari itu ini adalah jalannya orang-orang yang ingin memperbaiki diri dari kekeliruan. Kita yang bergabung di jalan ini tidak lain adalah orang- orang yang menyadari betapa banyak kekeliruan dalam diri kita.

Maka, keliru bila ada anggapan bahwa kita yang berada di assalam ini adalah orang- orang yang lebih sholeh dan sholehah dari orang lain. Salah besar jika ada yang menilai bahwa kita penyeru dakwah dijalan ini, tidak boleh melakukan kekeliruan. Kesalahan dan kekeliruan di jalan ini pun jelas terjadi.

Pertama, kita pasti menemukan kesalahan atau aib saudara kita, jika kita mencari-carinya. Ibarat lalat yang selalu mencari tempat dan posisi kotor pada tubuh manusia, pasti lalat tersebut mendapatkan tempat kotor pada tubuh manusia, meski manusia tersebut sudah berusaha membersihkan diri.

Kedua, bahwa kesalahan dan kekurangan yang dilakukan saudara-saudara kita dijalan ini, adalah resiko dari mereka yang terus bergerak dan melakukan banyak aktivitas. Karena itulah mereka sangat mungkin melakukan kesalahan. Kita memandang kesalahan yang dilakukan oleh saudara kita tidak menjadi kekurangan terhadap dirinya, selama tidak disertai sikap fanatik terhadap kesalahan tersebut setelah berulangkali kita luruskan.

Justru kesalahan yang sangat fatal terjadi ketika seorang dai mundur dari aktivitas dakwah dan berdiam diri dengan alasan memelihara diri agar tidak melakukan kesalahan. Padahal sebenarnya kemunduran dan diamnya adalah kesalahan dan penyelewengan dari ajaran islam.

Kita beraktivitas di assalam ini tentu tidak luput dari kesalahan dan berbagai komentar yang didapati setiap langkah yang diambil. Namun percayalah dengan kesalahan kita banyak belajar untuk memperbaiki, menginsyafi diri dan merapatkan kembali barisan ini.

Kesalahan adalah resiko yang harus ada dalam setiap aktivitas pergerakan. Dan bergerak adalah tanda kehidupan, karna agama ini menuntun kita untuk terus bergerak dan bergerak menebarkan baikan dakwah islam.

Tabarakallah untuk pejuang-pejuang Assalam diseluruh penjuru bumi Allah ini. Tetap istiqomah, giat dan menggelora lah dalam dakwah.

Wallahualambisswab

Penulis tidak lebih baik dari pembaca, akhir kata di tutup dengan assalammualaikum.

( sumber dari buku “beginilah jalan dakwah mengajarkan kami”)

Share

Tia Aklima

BERSYIAR ISLAM MELALUI MEDIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *