[Taujih Series] Assalam Sumbar: Dalam Satu Kesulitan, Ada dua Kemudahan

( WAJIB DIBACAKAN PADA FORUM RAPAT MPP/DPP/DPD/ASMED/TPW ASSALAM  PADA RENTANG WAKTU  15 – 22  MARET 2017

Setelah Satu Kesulitan, Ada Dua Kemudahan

Oleh :MPP KADERISASI ASSALAM SUMBAR


Bismillaahirrahmaanirrahim. Segala puji hanyalah milik Allahsubhana wa ta’ala, SangRabb pencipta dan penguasa alam semesta. Dia yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus makhluk-Nya.Milik-Nya lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, serta apa yang ada di antara keduanya. Hanya kepada-Nya kita berlindung dari segala keburukan, dan hanya kepada-Nya pula kita memohon segala bentuk kebaikan dan pertolongan. Pertolongan dari segala kesulitan yang memojokkanjiwa.

 

Kesulitan yang padahakikatnya merupakan cara Allah subhana wa ta’alauntuk menguji keimanan para hamba-Nya.“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut: 2-3).

 

Kesulitan, bahkan yang teramat sulit sekalipun sudah terlebih dahulu dihadapi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabat. Kesulitan yang muncul ketika mereka berusaha menjadikan kalimat tauhid bergema di seantero negeri. Cacian, hinaan, ancaman, dan penyiksaan yang menghiasi keseharian mereka saat itu nyatanya tidak membuat mereka melangkah surut. Begitulah keimanan. Dalam pandangan orang yang beriman, kesulitan akan nampak seperti wujud lain kasih sayang Allah.

 

Pengakuan akan keimanan yang sebenar-benarnya tentu saja memerlukan bukti. Terlebih bagi seorang pendakwah. Jalan dakwah yang nyaman tanpa liku dan duri tak ada dalam pilihan. Kesulitan itu pasti akan selalu ada. Ia diciptakanbukan untuk menyusahkan, akan tetapi sebagai ujian agar hamba-Nya dapat meraup pahala melalui kesabaran dan keikhlasan. Sebagaimana yang tercantum dalam firman-Nya:“Dan sungguh, Kami akan benar-benar menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu, dan akan Kami uji perihal kamu.” (QS. Muhammad:31).

 

Kerja dakwah bukanlah kerja yang mudah. Tantangan dan kesulitan akan senantiasa bertabur di jalannya. Seorang pendakwah hendaknya menyakini bahwa keimanan dan kesabaranyang ada pada dirinyalah yang akan mendatangkan kekuatan untuk menghadapi berbagai kesulitan tersebut. Dan satu hal yang harus selalukita ingat, Allah yang Maha Perkasa pastiakan menolong mereka yang senantiasa menolong agama-Nya.

 

Dia tidak akan membiarkan kesulitan perlahan menggerogoti keimanan para hamba yang dikasihi-Nya itu. Dia, dengan cara-Nya sendiri pasti akan menunjukkan jalan keluar. Lupakah kita pada janji-Nya?”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”(QS.Al-Insyirah:5-6). Maka yakinlah, bahwa ketika kesulitan melanda, ketika itu pula kemudahan membersamainya.

Ketika surat Al-Insyiroh ayat 5-6 tersebut turun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Kabarkanlah bahwa akan datang pada kalian kemudahan. Karena satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada umatnya agar memohon kepada Allah disaat kesulitan datang: Allaahumma Laa Sahla Illaa Maa Ja’altahuSahlaa Wa Anta Taj’alul Hazna Idza Syi’ta Sahlaa(“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.”).Oleh karena itu, tidak ada alasan untukberkeluh kesah dalam mengemban kerja dakwah nan mulia ini. Karena satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan… In syaa Allah.Wallahu’alam.

(Riny Avriana)

Share

Tia Aklima

BERSYIAR ISLAM MELALUI MEDIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *