Taujihat Pekanan “Masihkah Tersisa Hari Esok untuk Kita Kembali Meneruskan Langkah Dakwah?”

Oleh : MPP Kaderisasi Assalam Sumbar

WAJIB DIBACAKAN DISEMUA FORUM RAPAT ASSALAM SUMBAR.

 

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,,,

Ikhwah fillah nan dirindu Surga,,,,

Pertemuan singkat kita di dunia ini, akankah bisa menambah bekal pahala akhirat kita menuju Jannah-Nya? Sudah sejauh manakah kita melangkahkan kaki kita ke ranah dakwah, sehingga kita yakin dan berkata, “Ya!!! pertemuan ini akan menjadi ladang amal kita menuju kehidupan Surga!!!”. Sementara pertemuan ini belum sempurna kita isi dengan perjuangan segenap jiwa dan raga padaNya, masih tergoda akan aktivitas yang kering akan makna Syukur dan Memuji kepadaNya. Sudahkah kita bertanya kepada hati yang masih hangat oleh aliran rahmatNya ini, “Masihkah Tersisa Hari Esok untuk Kita Kembali Meneruskan Langkah Dakwah?”

Dari Ibnu A’bbas, Rasulullah SAW Bersabda, “ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yakni kesehatan dan waktu luang,”(H.R Bukhari).

Ikhwahfillah, sungguh jangan sesekali kita remehkan peringatan Rasulullah SAW, Sang Tauladan Umat ini telah nyata dan tegas mengingatkan kita akan waktu. Maka peringatkanlah, “jangan lagi engkau lalai!! Wahai Ukhti,, wahai Akhi,,, Segera ingatkan saudara-saudarimu,,, Bahwasanya Waktu kita terbatas”. Boleh jadi ini adalah hari terakhir kita dalam menjalankan amanah Allah, boleh jadi dakwah kita di Assalam hari ini menjadi yang terakhir dalam perjalanan kisah perjalanan hidup kita. Coba kita bertanya kepada jasad yang Allah titipkan kepada kita, Apa saja yang telah dilakukannya hari ini? Kemanakah kita mempergunakannya, kemanakah kita lirikkan mata kita?, kemanakah kita persandarkan telinga untuk mendengar?, lisan kita sudah sadarkah ia bahwa apa yang diucapkannya bisa membawa pemiliknya ke bara api yang abadi? Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang terlidungi dari melalaikan waktu yang telah dititipkanNya.

Bersama dalam lingkaran ukhuwah dakwah ini, kita mengingat kembali pesan ibnul Jauzi Rahimahullah yang mengatakan, ”terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia yang memiliki waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”

Pesan berharga juga patut kita jadikan perenungan kiranya dari Ibnul Qoyyim Rahimahullah berkata, “saudaraku, marilah kita berbondong-bondong menemui Allah dan berada di sampingNya di Shurga, negeri yang damai tanpa perlu bersusah payah, bahkan merupakan jalan pintas yang sangat mudah, sesungguhnya kita itu berada dalam satu di antara dua waktu dan itulah hakikat usia kita, yaitu waktu kita yang sekarang; antara yang telah lalu dan yang akan datang. Untuk waktu yang telah lalu sepatutnya kita taubati, kita sesali, dan kita mohonkan ampunan padaNya. Sebenarnya hal itu bukanlah sebuah pekerjaan yang susah dan memberatkan, karena ialah pekerjaan hati. Sementara untuk waktu yang akan datang sedapatnya kita lindungi dari perbuatan-perbuatan dosa. Ini juga bukanlah pekerjaan yang menyita tenaga dan memberatkan, karena hanya merupakan niat, semangat dan tekad yang kuat.  Yang jadi persoalan justru waktu kita sekarang yang tengah kita jalani. Jika kita menyia-nyiakannya berarti kita telah menyia-nyiakan kebahagiaan dan keberhasilan kita. Tetapi jika kita menjaganya dengan memperbaiki dua waktu yakni sebelumnya dan sesudahnya maka kita telah selamat serta mendapatkan kesenangan, kelezatan dan kenikmatan, sebagai jalan menujuAallah SWT.”

Segala sesuatunya kita kembalikan kepada Allah SWT, mungkin esok atau lusa, atau mungkin beberapa detik dan sesaat lagi kita tidak lagi bisa meneruskan risalah dakwah ini, membersamai saudara-saudari kita. Hendaklah kiranya marilah kita eratkan azzam diri untuk terjun mengayuh dalam barisan dakwah, berusaha tidak ada waktu yang sia-sia, jikalaupun hanya jadi seorang pengayuh untuk pasukan besar.  Ikhwah fillah, bersegeralah ambil peranmu, sediakan waktumu dan sadari peran itu dalam barisan dakwah kita ini, ini pun menjadi pesan bagi kita bersama dalam menuai amalan dakwah dan Jihad di Assalam. Terakhir kita mengulang kembali pesan Imam Syahid Hasan Al-Banna, “dan bersegeralah menyelesaikan perihal pribadi kita, untuk kita mempersiapkan waktu untuk membantu saudara kita dalam menyelesaikan urusannya.”

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,,,,

 

Sumber Tulisan

Rasyid, Madun.2005.Hiburan & Waktu Luang; Antara Kebutuhan jiwa dan Aturan Syariat.Pustaka Al-Kautsa:Jakarta

 

Share

Annisa Khairani

Mahasiswi Psikologi Universitas Andalas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *